PERTANYAAN AHLI SUFI

[9:18 AM, 8/26/2020] Ustadz Hussien Abd Latiff: Anakku Yang dirindui. Ayah mahu berpesan bahawa ingatlah, kalian semua adalah Ahli Sufi dan kemahiran kalian adalah dalam Ilmu Tasawuf atau Sufism.

Kalau sesiapa mahu masuk dalam gelangan kalian dan mahu berdebat atau berbicara fasal Tasawuf atau Sufism maka pastikan mereka itu juga seorang ahli Sufi kalau tidak akan terjadi situasi itek dan ayam.

Permulaan, pastikan mereka bisa menjawab pertanyaan- pertanyaan yang berikut kerana mereka masuk dalam bidang ilmu kita iaitu ilmu Tasawuf bukan Kita masuk bidang mereka:

1. Terangkan bagaimana Allah itu Maha Zahir.

2. Terangkan bagaimana Allah itu Maha Batin.

3. Terangkan bagaimana Allah Maha Halus.

4. Terangkan bagaimana Allah Maha Meliputi.

5. Terangkan bagaimana Allah lebih dekat dari urat nyawa Kita.

6. Terangkan bagaimana Allah dekat dan memakbulkan doa.

7. Kenapa seseorang itu mesti masuk Neraka kalau Allah Yang mengilhamkan kefasikan dan ketakwaan.

8. Kenapa seseorang mesti masuk Neraka apabila Allah berfirman Kita mesti ikut Kitab (Takdir) kita sehingga Hari Kebangkitan.

9. Kenapa seseorang mesti masuk Neraka apabila semua udah ditulis di Loh Mahfuz atau ditakdirkan.

10. Kenapa seseorang itu mesti masuk Neraka apabila Takdir, seperti sabda Rasulullah saw, tidak bisa diubah.

11. Bagaimana Allah swt Maha Adil kalau semua anak Adam lahir, mengikut sabda Rasulullah saw, udah ditetapkan ahli Syurga atau Neraka.

12. Bagaimana Allah swt Maha Aidil kalau ada miskin dan ada Kaya, ada cacat  fisikal/mental dan ada sempurna, ada bijak dan ada lemah, ada cantik dan ada hodoh.

13. Bagaimana Allah swt Maha Pengasih dan Maha Penyayang kalau ada Tsunami, Gempabumi, Taufan dan lain-lain bencana serta penyakit seperti Cancer, luekaemia dll yang meragut banyak nyawa.

14. Kenapa Allah swt membunuh ramai manusia terutama dari ummah-ummah terdahulu.

14. Kenapa Allah swt mengizin terjadinya Perang Dunia Pertama dan Kedua menyebabkan berjuta manusia terkorban.

Ingat anakku, mereka masuk Dunia kalian iaitu Dunia Tasawuf atau Sufism maka kalau mahu berbicara Tasawuf silakan tetapi mereka mesti Arif akan ilmu ini. Contoh, seorang yang mahir dalam Kejuruteraan ngak bisa masuk ke bidang  Kedoktoran untuk berdebat berkenaan ilmu kedoktoran.

Kalau mereka ngak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan di atas ini, suruh mereka beredar atau pergi Kita ada banyak masalah ummah (Islam dan bukan Islam) yang Kita perlu tangani daripada diganggu.

Kamu kini mendapat Lampu Hijau untuk menunjuk bagaimana dhaifnya mereka kerana tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ini yang menjadi masalah Dunia Barat dan tidak lama lagi masalah di Dunia Islam Kita ini.

Ingat anakku, alhamdullilah dengan izin Allah swt menerusi dakwah Kita bersama maka beribu udah dapat menjadi muslimin yang tawaduk lagi bertakwa kepada Allah swt. Ini membuktikan Ilmu yang disampaikan adalah benar.

Semoga Allah swt merestui dan meredhai dakwah Kita bersama, aamin Ya Rabbil alamin!

[9:21 AM, 8/26/2020] Bayu Teguh Prakoso: Alhamdulillah terima kasih ustadz .. β€œguideline”  sangat membantu πŸ™πŸ½πŸ₯°

[9:21 AM, 8/26/2020] Rio: terimakasih ustadz

[9:26 AM, 8/26/2020] Yusdeka Putra: Alhamdulillah, inilah dulu yang kami juga Buta Ayahanda.

Tetapi Alhamdulillah sekarang Ayahanda telah membawa kami menjadi celik. Alhamdulillah… Alhmadulillah..

[9:26 AM, 8/26/2020] Rio: sebenarnya sering ada rasa prihatin melihat anak-anak muda jaman sekarang seperti haus spiritualitas ustadz. tapi mereka tak tertarik tasawuf, malah cari instan spirituality. padahal berbeda sangat antara instan spirituality dengan tasawuf yang ustadz ajarkan.

yang ustadz ajarkan ini sangat mendalam.

[9:26 AM, 8/26/2020] Bayu Teguh Prakoso: Ko sama bang πŸ™‚

[9:27 AM, 8/26/2020] Rio: iya bang. mereka malah belajar spiritual yang instan2. yang lagi nge-hype. padahal tidak mendalam sama sekali πŸ˜…. kalah jauh dibanding tasawuf yang paradigmanya sangat tinggi

[6:59 PM, 8/26/2020] Rio: Assalamualaikum ustadz. Izin bertanya ustadz.

Mengingat kembali bahwa salah satu lahan dakwah sufi adalah antar bangsa. Akankah di masa depan kelak orang-orang membahas sufistik secara relax, dengan senang, diadopsi oleh orang-orang barat, businessman dan orang-orang petinggi perusahaan sebagai falsafah hidup mereka ustadz?

Sekarang ini kalau kita lihat orang barat, petinggi-petinggi perusahaan, anak muda millenial, selalunya spirituality dan falsafah hidup mereka mengutip buddhisme, zen, dan yang semacam itu.

Akankah kelak tasawuf diterima dengan senang oleh orang-orang dan dianggap falsafah yang merakyat dan practical ustadz?

Mohon pencerahannya ustadz πŸ™πŸ»

[8:11 PM, 8/26/2020] Ustadz Hussien Abd Latiff: Wlkm slm.

Insya-Allah.

Ingat semasa saya di Istanbul tahun 2019, saya udah difirasatkan supaya mengambil alih Dunia Barat kerana wakilnya udah tiada lagi.

Maka, alhamdullilah, menerusi platform Quora, Kita udah dapat bertapak dan Tulisan saya yang membuka Pintu Makrifatullah udah dihantar ke lebih dari 2.6 juta orang. Tulisan ini juga mendapat kunjungan tiada henti dan juga di upvote. Dengan lain perkataan udah menjadi “viral”.

Daripada upvotes, ia dilihat datang dari negara-negara diseluruh Dunia dan banyak juga dari yang bukan orang Islam. Dengan ini, alhamdullilah, kita udah kini bertapak Di Dunia Barat.

Insya-Allah dengan Sufistic Brand of Islam bukan Syariah/Mazhab Brand of Islam, penerimaan dakwah Kita bisa diterima oleh Dunia Barat.

Seperti tahun 2009, video Zikrullah Satu menjadi viral di Nusantara ini lalu menjemput Ibu Tuty datang ke Singapura justeru itu dakwah Kita langsung berkembang hingga kini.

Begitu juga Tulisan saya membuka Pintu Makrifatullah udah menjadi viral maka sama-samalah kita nantikan perkembangan nya seterusnya.

[8:31 PM, 8/26/2020] Rio: Alhamdulillah. Terimakasih ustadz

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *