WAYANG KULIT (2)

28/11/20 14.24 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Anakku yang disayangi lagi dirindui.

Hari ini Ayah mahu tazkirah berkenaan Ayat:

 *Maka bukanlah kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah jualah yang membunuh mereka dan bukanlah engkau (wahai Muhammad) yang melempar ketika engkau melempar, akan tetapi Allah jualah yang melempar.”* Al Anfal(8):17

Dan lihat juga Ayat:

 *Kemudian keduanya berjalan lagi sehingga apabila mereka bertemu dengan seorang pemuda lalu dia (Khidir) membunuhnya. Nabi Musa berkata Patutkah engkau membunuh satu jiwa yang bersih, yang tidak berdosa membunuh orang? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perbuatan yang mungkar!* “: Al Kahfi(18):74

 *Aku tidak melakukannya menurut kemahuanku sendiri*”: Al Kahfi(18):82.

Bagaimana pula pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS, Jihadist, Teroris, Radikalis dll yang bersandar kepada Ayat-ayat ini:

” *Maka hendaklah kamu bertindak menawan mereka dan membunuh mereka di mana sahaja kamu menemuinya; kerana merekalah orang-orang yang Kami jadikan bagi kamu alasan yang terang nyata (untuk menawan dan membunuh mereka).”:* An Nisa(4):91

” *Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu.”* : Al Baqarah (2):191

Maka ramailah ulama Syariah seluruh Dunia berdiam diri atas pembunuhan serta kekejaman yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tersebut di atas ini. Inilah situasi,” ditelan mati emak, diluah mati bapa.” bagi ulama Syariah sedunia.

Lalu timbullah “Islamophobia” seluruh Dunia terutama di Dunia bukan Islam.

Bagi kaum Ahli Sufi tidak menjadi masalah kerana mereka faham akan Ayat ini:

 *Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan Main-main dan Senda Gurauan belaka* .”: Al Anaam(6):32 & Al Ankabut(29):64

Akhir kalam, sebuah Meja Kayu yg sedang terbakar berkata,” Tidak akan terjadi apa-apaan kepadaku kerana aku tidak terbakar, yang terbakar adalah Kayu.”

Semoga Anakku mendapat memfaat dari tazkirah ini, aamin Ya Rabbil alamin!

28/11/20 14.47 – Abdul Aziz Makrifatullah: Alhamdulillah iya Ayah, paham . MasyaAllah tambah dalam pemahamannya . Terimakasih

28/11/20 15.08 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: https://www.facebook.com/105965044214410/posts/218339819643598/?sfnsn=mo

 *Wayang kulit:* Sekiranya Aku berjumpa dengan Pak Dalang, aku akan bunuhnya dengan sekejam-kejamnya.

Maka banyaklah para penonton menjadi sangat marah dan berkata,” *Sungguh kurang ajar kamu, Wayang kulit!”*

Kalian, anakku, mahu marah juga kepada Wayang kulit yang tidak berlaku sopan kepada Pak Dalang? Tanya aje!

28/11/20 15.08 – Bang Sofyan Palembang: Alhamdulillah Ustadz yg kami sayangi.

Terimakasih .

28/11/20 15.25 – Bang Mansur Makrifat Plb: Alhamdulillah sangat dipahami ustadz, nabi adam as berkata ketika di komplain nabi musa as, nabi adam as digoda iblis, sudah dituliskan  40 tahun sebelum aku di ciptakan , bukan kah begitu ustadz, apa mau dikata.

28/11/20 15.25 – Pak Yusdeka: πŸ˜…

28/11/20 15.33 – Pak Yusdeka: sekarang wayang lagi banyak bertingkah ya pak Ustadz

28/11/20 15.35 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Mantap, Sahabatku Pak Mansyur

28/11/20 15.35 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Benar, Sahabatku, Pak Deka.

28/11/20 15.35 – Bang Mansur Makrifat Plb: Terima kasih ustadz

28/11/20 17.46 – Zainul Batam: Alhamdulillah Ayah…sungguh Jelas ..es batu ..100 persen adalah Air ..πŸ™πŸ»

28/11/20 17.50 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Mantap

28/11/20 18.00 – Kak Luly Makassar/Jkt: Alhamdulillah jelas ustad, 100 persen ekor gajah bergerak  karena gajah gerakkan πŸ™πŸ»

28/11/20 18.39 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Alhamdullilah, mantap

28/11/20 22.32 – B Sahry: Alhamdulillah Ustad. Suatu pelajaran yg sahry dapatkan dari tazdkirah Ustadz malam ini, adalah perbedaan dari orang ber Ilmu (scientist) dan Ulama (Ahli Sufi) . Umumnya orang yang mencari Ilmu pengetahuan atau scientist ini, kehausan dan keingintahuannya akan rahasia di balik alam semesta, ketika mereka menemukan suatu fenomena dan memformulasikannya kedalam notasi rumus (sebut saja Isaac Newton, Albert Einstein, Stephen Hawking, dll). Pada akhirnya kehausan dan ke tidak puasa mereka dalam mencari, akan memberikan keyakinan pada mereka *banyak yg menjadi Atheis*, krn tidak mampu lagi akal mereka menembus ya dan berhenti. Sedangkan, bagi orang-orang yang mencari Ilmu agar dapat mengenal dan lebih dekat lagi dengan Allah SWT, *para ulama* *termasuk  didalamnya ahli sufi*.  akhirnya akan sadar dan, di suatu titik dengan tidak ada pilihan lain hanya dengan mindset menjadi *TIDAK WUJUD*, dan hanya dengan cara Menyerahkan diri nya seutuhnya dengan rasa takut dan bimbang, hanya kepada Allah SWT. Sebagaimana di kutip oleh ustad, dalam Alquran dinyatakan dalam *Surat Al Fathiir[35]:28*. *Disitulah sahry mendapatkan perbedaan yg sangat Jelas*..Apakah kira2 benar pandangan sahry menerima nya ustad?  Subhanallah terima kasih ya ustad, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui, dan Maha Pengampun. Sehingga semoga tidak akan ada lagi kejahilan sesudahnya.

28/11/20 22.34 – Arifbillah Ustadz H. Hussein Bin Abdul Latief: Benar pandanganmu, Sahabatku Sahry.

28/11/20 22.34 – B Sahry: Alhamdulillah ya ustad, terima kasih banyak.

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *