RELA MENERIMA KEHENDAK ALLAH

Artikel kontributor adalah pemahaman pribadi pembelajar tasawuf Ust. H. Hussien bin Abdul Latiff. Tidak mencerminkan pendapat YAMAS-Indonesia sebagai lembaga.

**

By: Much Tohar

Setiap hari 5 kali kita memuja Allah tetapi entah berapa kali sekali kita juga mengumpat Allah bahkan menyumpahi Allah. ah mosok kita menyumpahi Allah?? Mana mungkin. OK…yuk kita coba menurutnya, sekedar refleksi menjelang bulan ramadhan.

17 kali kita mengucap syukur kepada Allah.. Alhamdulillahi robbil alamin. Terima kasih ya Allah atas segala nikmatmu. Tetapi entah puluhan kali atau bahkan ratusan kali kita menyumpahi Allah. Ketika naik motor dan tiba-tiba ban kempes karena bocor, mulut ini langsung reflek ngucap ah..sialan..mau kerja malah bocor, terlambat nih. Ups…kenapa mesti ada kata-kata sialan, padahal saat itu Allah sedang bekerja, sedang menjalankan kehendak NYA yaitu sedang mengabulkan doa seorang tukang tambal ban. Dan dari tukang tambal ban ini, Allah juga sedang menjalankan kehendaknya dalam mengalirkan rezeki kepada penjual lem. Eh mau nembel ternyata koreknya habis, lalu tukang tembel ban membeli korek gas diwarung sampingnya. Eh..ternyata minyaknya juga habis, lalu tukang tembel ban membeli sebotol bensin. Duh duh..baru ban bocor saja sudah ada 3 jenis produk yang laku, ada bensin, ada korek gas, ada lem untuk ban.

Belum lagi contoh-contoh lain yang tanpa kita sadari kita sudah mengingkari semua “dzikir” yang kita lantunkan. Mulut mengucap astaghfirullah, tetapi perilaku masih membenci seseorang, tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Mau pulang kerja..eh.,.hujan deras datang..lalu des….wuadoh..mau pulang kok hujan..piye iki.

Eit eit….tunggu sebentar ya Non..ya Pak…Jangan komentar dulu…karena saat ini Allah sedang mengabulkan doa seekor katak yang kekeringan. Allah sedang mengabulkan doa ikan dan cacing yang mulai kepanasan. Itu baru doa katak, cacing, dan ternyata Allah juga sedang mengalirkan rezeki kepada tukang bakso yang sedang keliling. Begitu sampai di Halte…banyak orang yang membeli bakso sambil menunggu hujan reda.

Jadi jangan sekali-kali komentar negatif, jangan sekali-sekali mengeluh. Kenapa? Karena Allah sedang bekerja. Jangan mencampuri kerja Allah. Biarkan saja. Positive thinking saja. Kenapa? Positive Thinking itu adalah juga wujud syukur kepada Allah.

Ketika kita bersyukur maka Rahmat dari Allah akan mengalir deras. Sebaliknya ketika kita negative thinking, maka sebenarnya kita sedang membuat sekat ke Allah. Allah jangan disekati…karena kita tidak akan mampu. Berbaik-baiklah sama Allah, jangan memusuhi Allah, karena akan sakit sendiri.

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

1 Response

  1. loe iwan says:

    Alhamdulillah.., terimakasih, smoga diberkahi Allah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *