Q&A: PENGALAMAN RUHANI (TANGGA-TANGGA KE ILAHI)

Bayu Teguh Prakoso: Mohon bimbingan ustadz , akhir akhir ini setiap akan mencoba naik ROC kepala seperti tertarik keatas sedikit pusing dan seperti kehilangan body control .. seperti hendak pingsan / hilang kesadaran , itu kenapa yaa??

Ustadz Hussien Abd Latiff: Teruskan naik Bayu. Sayugia diingatkan bahawa satu keutamaan Dzikrullah (Ingat kpd Allah swt) ialah membersihkan Minda kita, justeru tercapai ketenteraman. Sesuai dengan firmanNya bahawa hati menjadi tenteram dengan mengingati Aku.

Semasa Dzikrullah lalu naik keatas, ini mesti berjalan tanpa dipaksa, RELAK sahaja.

Kalau dipaksa naik itu yang mendatangkan pening kepala dan rasa mahu pingsan.

Sahry Ramadhan: Minggu lalu juga sama, lagi ROC dikantor, saat istirahat, enak sich, tiba-tiba gelap (apa dingin ya?)….Enggak tahan, muntah….sayang batal dech. Kenapa ya ustad, sebelumnya belum pernah begini. Badan Alhamdulillah sehat, menjelang gelap…kuping dua-dua berdenging…..siapa tahu ada yg kayak gini…..maaf ustad.

Bayu Teguh Prakoso: Betul ustadz awalnya memang “dipaksakan” difokuskan begitu setelah terkunci berusaha relaks .. dan mulai terasa kehilangan interaksi dengan lingkungan kiri kanan .. terasa nyaman tenang sekali .. tapi jadi terasa seperti akan pingsan ..

Rio: Kalau jalan terasa goyang seperti tidak seimbang

Bayu Teguh Prakoso: Nah itu ..

Ustadz Hussien Abd Latiff: Apabila kita naik dengan relak, kita akan rasa kesedapan. Namun sekiranya rasa ini bertukar menjadi gelap, pening atau mahu pingsan atau muntah, inilah tanda-tanda atau isyarat udah cukup “naik” untuk masa itu dan hendaklah kalian turun serta duduk di Pintu Belakang sambil ROC.

Esok atau setelah berlalu berapa masa (kurang-kurang setengah jam) maka “naik” lagi dan ulangi aktivitas kalian ini sehingga kalian tidak rasa lagi kegelapan, pening.mahu pingsan atau mahu muntah justeru itu kalian udah bisa bertahan lama.

Sahry Ramadhan: Terima kasih banyak ustad pencerahannya.

Azri Acong: Bang sahry, Pernah satu ketika, tiba tiba saya rasa dunia berpusing sama sahaja buka mata dan tutup mata. Saya mangaku masa itu saya memamng paksa utk NAIK.

Saya makan ubat dan tido tetapi pukul 3 pagi bila buka mata , masih berpusing dan saya x boleh berjalan serta mahu muntah.

Bila nak solat suboh, terhuyung ayang bila nak berdiri. Bila jam 9 pagi, wife saya bawa ke klinik dan saya dipapah oleh wife saya sebab tak boleh berjalan dengan betul.

Bila bertemu doktor, beliau beritahu bahawa saya kena simptom vertigo, iaitu apabila sampai ditempat yang tinggi maka keseimbangan air dalam telinga tidak stabil dan ini membuatkan kita terhuyung ayang badan seperti melayang.

Selepas diberikan ubat dalam masa 2 jam kembali stabil.

Bila saya merujuk google, simptom ini selalunya kena pada mereka yang selalu berada ditempat yang tinggi.

Alhamdulillah, sampai sekarang saya tak pernah kena simptom ini lagi.

Bayu Teguh Prakoso: Ohhh 🤔.. obatnya apa bang 😬?

Azri Acong: Sekarang tak paksa naik lagi..cuma duduk santai di base camp kalau ada keperluan baru NAIK.

Ustadz Hussien Abd Latiff: Vertigo adalah penyakit tidak ada keseimbangan dalam telinga. Ini selalu di alami oleh para juruterbang (pilot).

Begitu juga apabila kita daripada basecamp mahu ke puncak maka ada yang akan mengalami pengalaman ini.

Maka hendaklah buat seperti Acong, turun kembali ke Base Camp. Sudah berapa lama ulang lagi naik ke puncak dan turun lagi apabila terasa semacam vertigo. Ulang aktivitas ini sehingga alah bisa tegal biasa. Sesudah ke puncak maka sentiasa “on” Dzikrullah sehingga dijemput oleh Ilahi sesuai dengan hadith, “Kamu datang sejengkal Aku datang sehasta, kamu datang sehasta, Aku datang sedepa, kamu datang sedepa,.Aku datang lebih cepat dari itu.”

Bayu Teguh Prakoso: Sumuhun , ustadz 🙏🏽😓

Rio: Oooh ini dia penjelasannya. Terimakasih ustadz dan bang Acong, bang teguh

Sahry Ramadhan: Ya simptompnya mirip koh Acong. Seperti sensasi ketinggian, sebagaimana dijelaskan ustad. Karena minda benar kosong namun missionnya dari basecamp mau menuju puncak…dan itulah kejadiannya. Mungkin kalau dilatih lagi rutin terus ROC Insya Allah menjadi biasa. Terima kasih ustad, terima kasih bang rio, terima kasih koh acong atas penjelasan dan sharenya

Ustadz Hussien Abd Latiff: Urutan dari penerangan di atas ini:

1. Apabila di Base Camp, ROC dan Dzikrullah sambil menunggu tarikan Ilahi. Relak semasa Dzikrullah dan apabila terasa keadaan vertigo semasa naik maka turun dan rehat dulu di Base Camp sebelum naik lagi. Bantu Dzikrullah anda dengan ibadah-ibadah sunat sambil menunggu tarikan Ilahi yang membawa kepada keadaan Fana.

Ayahmu tidak melalui jalan ini, kerana terus di tarik ke tangga ke 2, dibawah ini)

2. Apabila keadaan Fana berlaku, kalian ditarik ke pintu Alam Maya (Virtual Reality). Ini yang Syeikh Abdul Qadir Al Jilani berkata bahawa kita sudah ada di pintu istana Raja. Maka terus.Dzikrullah serta dibantu oleh ibadah-ibadah sunat. Pada masa ini matahati kalian udah terjaga sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Mataku tidur, hatiku tidak”.

(Keadaan ini berlaku pada Ayah pada tahun 1978 di pusat pengajian tinggi ITM (Sekarang “UITM”)Malaysia.)

3. Dari di depan pintu Alam Maya (VR)kalian akan dijemput masuk ke dalam alam Maya Sakinah. Syeikh Abdul Qadir al Jilani berkata bahawa dijemput tidak cukup, tunggu diseret masuk.

Pada masa kalian berada di depan pintu Alam Maya teruskan dzikrullah dibantu oleh ibadah-ibadah sunnah. Setelah kalian masuk kedalam alam Maya Sakinah, kalian akan mengalami banyak keadaan “Hal” (Augmented Reality)iaitu pandangan-pandangan, pengertian tentang sesuatu dan ilmu-ilmu yang luar biasa dan juga di bawa dari suatu keadaan atau tempat kepada.suatu keadaan atau tempat yang lain.

Diperingkat ini, teruskan Dzikrullah kalian dibantu oleh ibadah-ibadah sunnah. Keadaan ini berterusan hingga alam Maya Sakinah bertukar menjadi satu sinaran yang sungguh menyilaukan. Ini yang dikatakan Alam Nur atau “Ambient Light”.

(Sesudah mengalami tarikan ilahi membawa kepada fana diperingkat 2, Ayahmu terusan mengalami keadaan ke 3 ini)

4. Apabila Alam Maya Sakinah menjadi Alam Nur (Ambient Light)maka pada peringkat ini kalian akan mengalami:
i. Wisata Jiwa.
ii. Kasyaf dari masa ke masa.
iii. Terbukanya Mata ke3.

(Keadaan 2 & 3 terus membawa Ayahmu ke keadaan ke4 ini. Keadaan ke4 ini di alami oleh Ayahmu semenjak tarikan ilahi (Fana)1978 hingga 1990)
5. Tangga sesudah(1-4) adalah Maqam.

(1990, Ayahmu menerima tugasan untuk.mengajar ilmu makrifatullah ini ke Wilayah Melayu sahaja. Mulai mengajar di Singapura, Johor, Melaka dan Selangor (Syarahan di Malaysia diselengara oleh Ustaz Muhammad Ishak JB).

6. Dapat Maqam kedua.

Tahun 2008, Wilayah Melayu Ayah diperbesarkan kepada Internasional. Bermulai dari internet lalu membawa kalian ketemu Ayahmu secara peribadi lalu kalian sedar Ayahmu rupanya TH1… Hehehe!
(Sikit pun.mesti masuk juga, ammmmma!)

Anakku, semoga semua penerangan di atas ini.dapat memberi lebih penjelasan tangga-tangga ke Ilahi.

Bayu Teguh Prakoso: Subhanallah, hatur nuhun ustads

Efendy Yasin: Alhamdulillah, terimakasih sekali Ayah …. sangat jelas urut2annya

Rio: Alhamdulillah Ustadz. Ternyata begitu tahapannya.

Kalau perjalanan yang ustadz lalui, berarti tidak melewati jalur “pejalan” ya Ustadz? Karena ladunni.

Ustadz langsung masuk ke fana (urusan Ilahi)

5. Seterusnya

4. Ambient Light

3. Alam Maya Sakinah

2. Alam Maya

1. Fana

(Urusan Ilahi)

—————————————-

(Urusan kalian)

c. Base Camp

b.Rangkaian Maya (VPN)

a.Link

Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar,.sahabatku, Rio

Rio: Alhamdulillah berarti selama ini kami berjalan di track yang benar. Atas rahmat Allah SWT. Meskipun turun naik dan jatuh bangun. Tetap berjalan saja sampai basecamp ⛰

Berarti yang dimaksud Syaikh Abdul Qadir Jailani dengan “Gerbang Istana” itu adalah pintu alam maya No #2 itu ya ustadz? Bukan basecamp-nya ya ustadz?

Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar, Rio kerana Base Camp hanya kepada Kefanaan. Juga semasa di Base Camp masih belum mantap

Rio: Baik ustadz. Alhamdulillah menjadi jelas 🙏🏼

Mansyursyah: Alhamdulillah ustadz, semoga mendapat hidayah dari Allah swt, aamin n terima kasih ustadz

Ifrikiya Gibran: Alhamdulillah.. Terimakasih telah Ustadz susunkan kurikulum ini, indah nian.. semoga ada ketetapan utk menjalankannya dengan senang hati dan ketotalan.. amin ya Allah

Luli Alaydrus: Assalamulaikum… ustad mau tanya.. apakah ketika sedang melakukan kegiatan keseharian, dzikrullah/ingat Allah, seperti tengah duduk diatas, apakah keadaan itu basecamp atau itu Roc ustad?

Ustadz Hussien Abd Latiff: Pintu Belakang. itulah Base Camp. Di situ kalian ROC, Dzikrullah, melihat tayangan Ilahi di Pintu Depan, turun ke Pintu Depan, keluar Pintu Depan dan bermain lumpur.

Bayu Teguh Prakoso: Ustadz, “ambient light” ini apakah seperti yang dimaksud dalam surah An-noor ayat 35 itu ya ustadz?

Ustadz Hussien Abd Latiff: Ayat itu menerangkan berkenaan kejadian LM dari pandangan luaran, yang hanya Allah swt bisa membuatnya.

Ambient Light, adalah Nur atau Aura yang terdapat dalam hati kita seperti 😇.

Ifrikiya Gibran: I got it Ustadz . subhanAllah… semoga kami semua bisa mengikuti jejak Ustadz sampai akhir perjalanan.. Amiin ya Allah

Ustadz Hussien Abd Latiff: Apabila Nabi Musa as turun dari gunung setelah berjumpa dan berkata-kata dengan Allah swt maka aura di sekeliling mukanya bersinar berseri-seri ibarat lampu spotlight di waktu malam.

Bayu Teguh Prakoso: Subhanallah , cahaya yg berasal dari kebersihan kebeningan hati .. , hatur nuhun 🙏🏽


Artikel terkait :


Catatan: Artikel tanya jawab ini diperuntukkan bagi yang sudah memahami kajian Makrifatullah. Apabila ada diantara pembaca yang belum memahami, harap terlebih dahulu membaca SILABUS KAJIAN dan mengikuti dengan runut pembahasan satu per satu sejak awal.

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

2 Responses

  1. Abdul Zaky says:

    Salam ustaz, ketika masuk dalam keadaan ruang suasana yang suram bersinar mata zahir seakan hendak terbuka sehingga dipaksa sedikit memejamkan untuk fokus. Adakah ini juga disebabkan oleh keadaan minda yang belum cukup tenang? Terima kasih.

Leave a Reply to YAMAS Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *