Q&A: PENGALAMAN RUHANI : MENANGIS MENYADARI DZAT-NYA DISEBALIK SEMUA

[3/23, 8:56 PM] Admin: Assalamualaikum Ustadz, ada pertanyaan dari Web Yamas

Rusdianto
2017/03/23 at 11:40 am

Sejak mengikuti syarahan ustadz dari Januari 2015 sampai sekarang, mata ini selalu meneteskan air mata jika memandang sesuatu dan sadar DZATnya disebalik segala sesuatu itu. Saat dzikrullah juga menetes air mata, karena sadar jika tak wujud, sadar Dia melihat kita menerusi dzat-nya yang disebalik segala sesuatu.

Yang saya ingin tanya, RASA / kesadaran atas dzatnya dan sampai menetes air mata apakah itu pintu depan atau pintu belakang?

Pada syarahan – syarahan / penjelasan pintu belakang dan ROC [Relax One Corner], ustadz menjelaskan “kertas putih” atau “lebur”, jika disimak secara berulang, berarti kalau pintu belakang sudah tidak ada RASA/kesadaran, tidak ada air mata, tidak ada ini dan itu, yang ada hanya dzat, betulkah demikian?

Maaf jika banyak bertanya

[3/24, 4:29 AM] Ustadz Hussien Abd Latiff: Kpd Rusdianto, udah mengalami gegaran itu maka naiklah ke pintu belakang dan ROC [Relax One Corner] serta pasrah

[3/24, 4:56 AM] Ustadz Hussien Abd Latiff: Pengalaman yg anda lalui Rusdianto adalah dari pintu depan

[3/24, 5:03 AM] Ustadz Hussien Abd Latiff: Naik pintu belakang bukan untuk lihat atau rasa tetapi untuk ROC [Relax One Corner] & pasrah kerana udah ada di pintu taman larangan raja maka hendaklah diam dan jangan meminta-meminta untuk di naikkan taraf sehingga Dia menaikkan kamu.

Kata Syeikh Abdul Qadir Al Jelani, masuklah bilik khalwatmu seorang diri dan tinggalkan segala-gala di luar.[1]

[3/24, 5:07 AM] Syofian Husin: Ustad

[3/24, 5:09 AM] Syofian Husin: Ustadz, merinding menyimak penjelasan ini, terimakaih…. 🤝🤝🤝😭😭🤐


[1] Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, Futuh Ghaib, 188 (1990).

Catatan:

Artikel tanya jawab ini diperuntukkan bagi yang sudah memahami kajian Makrifatullah. Apabila ada diantara pembaca yang belum memahami, harap terlebih dahulu membaca SILABUS KAJIAN dan mengikuti dengan runut pembahasan satu per satu sejak awal.

Untuk lebih memahami bahasan Pintu depan dan Belakang, silakan baca artikel berikut:

Artikel Terkait Pengalaman Keruhanian:

 

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

12 Responses

  1. Atmaja says:

    Assalamualaikum ustadz.. dan sahabat semua..
    Dalam peristiwa isra mi’raj Rasulullah.. pernah disyarahkan oleh ustadz bahwa salah satu keistimewaan Beliau adalah ditunjukkan scrip LM (yg akan datang). belum terjadi lg.. Dan kita ketahui bahwa Rasul bergelar Al Amin..
    yg saya tanyakan adalah.. apakah kejadian peristiwa yg dilihat Rasul itu akan terjadi dihari yg akan datang..??
    mohon penjelasannya..
    terima kasih..
    Assalamualaikum..

    • YAMAS says:

      InsyaAllah kami sampaikan pada beliau.

    • YAMAS says:

      [3/27, 6:45 PM] Admin: ➖➖➖
      Assalamualaikum ustadz, ada pertanyaan di web.

      ➖➖➖
      *Atmaja.*

      *March 27, 2017 at 8:26 am*

      Assalamualaikum ustadz.. dan sahabat semua..

      Dalam peristiwa isra mi’raj Rasulullah.. pernah disyarahkan oleh ustadz bahwa salah satu keistimewaan Beliau adalah ditunjukkan scrip LM (yg akan datang). belum terjadi lg..

      Dan kita ketahui bahwa Rasul bergelar Al Amin..

      yg saya tanyakan adalah.. apakah kejadian peristiwa yg dilihat Rasul itu akan terjadi dihari yg akan datang..??

      mohon penjelasannya..

      terima kasih..

      Assalamualaikum

      [3/28, 6:11 AM] Ustadz Hussien Abd Latiff: Rasulullah saw hanya diunjuk gambaran neraka, tidak gambaran syurga [tidak ditunjukkan gambaran syurga].

      Kalau diunjuk, nah sekarang udah dapat dilihat RahmatNya mendahului kemurkaanNya.
      Justeru ngak ada drama lagi.

      Kalau di unjuk syurga mungkin muka-muka dlm neraka itu pun ada senyum tawa dalam syurga.

  2. Rusdianto says:

    Subhanallah, terimakasih terimakasih terimakasih atas penjelasannya Ustadz.

  3. Syachmidin says:

    Assalamualaikum ww ustadz dan sahabat2 d yamas

    Didalam bermakrifat, adakah efek merokok bisa mengganjal/menghambat makrifatullah?
    Klo memang ada efek dari pada merokok itu bisa terganjal /menghambat makrifatullah, sedangkan sudah ditetapkan d LM bahwa kita dikenakan merokok. Bagaimana menyikapinya ustdz. Wassalam

    • YAMAS says:

      jawaban ustadz:

      Merokok ngak ada efek kpd makrifat. Contoh.
      Ada seorang datuk yg udah 90 tahun tetapi bermakrifat dan merokok.
      Kalau dia pergi jumpa doktornya selalu dimarahi kerana merokok.
      Namun selepas berhari berjumpa dengan doktornya dan dimarahi, datuk itu menerima.talipon dari klinik itu memberitahu yg doktornya udah meninggal dunia. Semasa meninggal umurnya 66 tahun dan tak merokok.

  4. Syachmidin says:

    Terimakasih ustd jawabanya,

  5. Atmaja says:

    Assalamu’alaikum..
    saya masih menunggu penjelasan pertanyaan saya diatas..
    mohon penjelasannya..
    Terima kasih.. wassalamu’alaikum wrwb..

  6. Atmaja says:

    Terima kasih atas penjelasannya..
    Tetap menyimak terus bimbingan dari ustadz TH 1.

  7. Rusdianto says:

    Assalamualaikum Ustadz dan para sahabat.

    Sebenarnya saya malu untuk bertanya terus kepada Ustadz atau para sahabat yang lain. Namun, tiada tempat lain untuk bertanya dan berdiskusi.

    Sampai sekarang air mata itu terus menetes tiap – tiap saat diingatkan tentang rahman rahimnya.

    Saat dzikrullah atau ROC, sering didatangi kepahaman.
    Sebagai contoh dikala haus dan lapar saat dzikrullah/duduk dibilik halwat, ketika mau makan/minum, datanglah kepahaman yang mengatakan, Allah maha rahman rahim kepada semua ciptaan menerusi dzat-nya, apakah makan minum itu melebihi nikmat dzikrullah/duduk di bilik khalwat?

    Ketika duduk dengan keluarga sambil menjaga dzikrullah, sering datang kepahaman yang mengatakan, Allah sangat mencintai dan mengasihi semua ciptaannya, Apakah kau lebih cinta dan kasih kepada keluargamu daripada Allah?

    Hal itulah yang membuat mata menetes bila – bila masa. Karena nikmat dzikrullah memang mengalahkan segala nikmat.

    Bersyukur ada syariat Nabi, andaikata Nabi Muhammad tidak makan/minum dan tidak sayang sama keluarganya, mungkin makan minum dan keluarga bisa saja ditinggalkan.

    Pertanyaan saya: apakah soalan yang tiba ke dalam hati tersebut merupakan kepahaman ataukah godaan?

    Kemudian saya harus bagaimana Ustadz? Airmata itu jatuh tanpa bisa saya cegah, tanpa bisa saya kendalikan.

    • YAMAS says:

      Jawaban Ustadz:

      Rusdianto udah sampai.masanya kamu memperkamas dirimu untuk.beribadah seperti berikut:

      1. Shalat malam – satu atau 3/4 malam. Rakaat Tahajud tiada maximalnya
      2. Puasa sunat – hanya 5 hari tidak boleh puasa iaitu 2 Hari Raya dan 3 hari Tasyrik
      3. Zuhud
      4. Baca Al Quran selalu – kalau boleh khatam setiap hari.
      5. Banyakkan Sedekah
      6. Bersifat kasih sayang kpd semua ciptaan Allah swt
      7. Pegang kpd Syariah
      8. Sebenar-benar takut kpd Allah swt.

  8. Rusdianto says:

    Terimakasih Ustadz,

    Saran Ustadz tersebut sementara terus dijalankan, se-maximal mungkin dilakukan.

    Suatu saat ketika tertidur malam hari sehingga shalat malam terlepas dan terbangun di waktu adzan subuh, datanglah kepahaman: apakah tidur itu lebih utama daripada duduk di bilik khalwat dan beribadah kepada Allah?

    Jika adzan berkumandang, datanglah kepahaman: tidakkah kau segera memenuhi panggilan Allah?

    Masih banyak lagi kepahaman yang datang ke hati, yang membuat air mata menetes bila – bila masa.

    Sekali lagi terimakasih Ustadz, atas bimbingannya. Terimakasih juga buat para sahabat yang sudah sudi mengirimkan pertanyaan saya ke Ustadz.

    Wassalamualaikum.

Leave a Reply to Rusdianto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *