Q&A: LEBIH DALAM MENGENAI APLIKASI NST DAN ROC (5)

Ustadz Hussien Abd Latiff, membuat sebuah slide ilustrasi untuk memudahkan pembahasan bagian ini. [SILAKAN DOWNLOAD DISINI]

[6:40 PM, 10/14/2017] Efendy Yasin: Maaf Ayah … anak ingin bertanya. Pada saat ruh naik ke kepala “fana” atau saat masuk ke alam maya sakinah apakah badan kita lemas seperti tertidur ?

 [9:24 PM, 10/14/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar, Yasdur

[9:31 PM, 10/14/2017] Efendy Yasin: Alhamdulillah … terimakasih Ayah

[9:36 PM, 10/14/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Semasa terjadi Jiwa, ia masih di dalam kepala. Tetapi apabila jiwa termasuk ke Alam Maya Sakinah barulah jiwa itu terkeluar dari jasad lalu bisa ia berwisata serta jasad menjadi terlonglai.

[9:37 PM, 10/14/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Semasa terjadi kefanaan, Jiwa masih di dalam kepala. Tetapi apabila jiwa termasuk ke Alam Maya Sakinah barulah jiwa itu terkeluar dari jasad lalu bisa ia berwisata serta jasad menjadi terlonglai.

 [6:44 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Anakku, apabila Alam Maya Sakinah udah bercahaya dengan Cahaya yang semula jadi (Ambient Light) maka Hati kita pun turut bercahaya. Dan kerana cahayanya sangat menyilaukan maka untuk naik tidak bisa lagi. Namun pada peringkat ini, kita dapati kita bisa wisata Jiwa dengan senang sekali.

Di sini Ayah akan menceritakan pengalaman wisata ini dan pelajaran yang Ayah dapat darinya:

  1. Pengalaman wisata yg pertama-tama bagi Ayah (sebelum Kahwin dgn Ibu) ialah baring di atas katil (bujang) di siang hari lalu melihat keluar tingkap ke langit dan memerintah Jiwa pergi ke awan. Serta merta Jiwa udah duduk di atas sekumpulan awan dan dapat melihat jelas Jasad di atas katil. Lalu Hati memerintah dirinya supaya balik kembali kpd Jasad, serta merta Hati balik ke Jasad namun masih bisa melihat Roh duduk di awan. Lepas itu, Hati memerintah dirinya supaya balik ke awan, serta merta Hati balik ke awan bergabung kembali dengan Roh menjadi Jiwa kembali. Sesudah itu, Hati memerintah Jiwa untuk kembali kpd Jasad maka dengan serta merta Jiwa kembali ke Jasad.

Pelajaran yg diperolehi:

  • Hati itu anggota bebas. Ia bisa bersama Roh atau Jasad.
  • Tidak terlindung Jasad kepada Jiwa semasa wisata.
  • Yang memberi arahan adalah Hati.

2. Sesudah Nikah dengan Ibu, Ayah wisata dengan cara yg lain. Iaitu, tidak dengan Jiwa tetapi dengan Roh dahulu. Pertama-tama Hati menyuruh Roh keluar dahulu. Apabila melihat Roh udah terapong di atas Jasad (dalam jarak 7 kaki), Hati pun memerintah dirinya untuk bergabung dengan Roh maka Hati pun naik dan bergabung dengan Roh (yang terapong) lalu menjadi Jiwa.

Pelajaran yg diperolehi:

  • Kita bisa mulai wisata dengan Jiwa ataupun dengan Roh.
  • Tanpa Hati, Roh apabila keluar dari Jasad hanya bisa terapong sahaja dan ngak bisa buat apa-apa.

3. Kerana wisata secara Roh dahulu satu ketika memeranjatkan Ibu, maka Ayah tukar dengan cara lompat ke belakang (somersault). Rumah Ayah adalah rumah melayu yg ada Kolong. Maka Ayah halakan atau diprojekkan kpd Jiwa tempat yg Ayah mahu ia mendarat sebelum (Hati) memerintah Jiwa keluar. Maka Jiwa pun keluar secara somersault ke belakang melepasi dinding dan mendarat ke bawah ke tanah di belakang kepala Ayah (yg sedang baring di atas katil).

Pelajaran yg diperolehi:

  • Wisata bisa beraneka cara.
  • Tempat tujuan wisata bisa diprojekkan.
  • Jiwa bisa menembusi tembok.

Insya-Allah anakku akan disambung lagi.

[6:49 AM, 10/15/2017] Yusdeka Putra: Rasanya masih jauh nih ayah… untuk ke sana

[6:51 AM, 10/15/2017] Azmi: InsyaAllah Ustaz. Cuba utk memahami. Terima kasih.

[7:01 AM, 10/15/2017] Ibrahim Hashim: Alhamdulillah terima kasih Ustaz atas perkongsian pengalaman wisata, moga kami di anugerah pengalaman seindah itu, InSyaAllah. ❤❤❤

[7:01 AM, 10/15/2017] Ibu Elsy: Allahu Akbar… Semua atas Kebesaran Allah dan Kehendak Allah…mengetahui ILMU NYA.. Alhamdulillah…Bila mendapatkan nya adl Anugerah NYA…Jazaakallah khairan katsiran…

[7:03 AM, 10/15/2017] Mansyursyah: Alhamdulillah … terima kasih ustadz pembelajarannya hanya saja masih perlu berlatih dan istiqomah ustadz salam

[7:07 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Usaha kalian hanya ke peringkat Base Camp. Yang lebih dari itu urusan Ilahi dan ini sangat cepat iaitu dari Base Camp ke Alam Maya Sakinah kerana selepas Base Camp kalian uda keadaan Faña dan bergelora iaitu dalam kemabukkan

[7:07 AM, 10/15/2017] Mansyursyah: Bagaimana membedakan  yg memang keluar sendiri dengan rekayasa pikiran kita saja yg keluar

[7:10 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Keluar sendiri = Jiwa

[7:12 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Keluar rèkayasa fikiran= Hati

[7:05 AM, 10/15/2017] Mansyursyah: Komunikasi memerintah jiwa keluar itu bgmana ustadz

[7:13 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Dari Hati. Hati memerintah, “Roh keluar, Roh keluar!”. Kalau Jiwa, Hati akan projek tempat tujuan dan memerintah,”Keluar, keluar!”

 [10:19 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff:

5. Seterusnya

4. Ambient Light

3. Alam Maya Sakinah

2. Alam Maya

1. Fana

(Urusan Ilahi)

—————————————-                                 

(Urusan kalian)

c. Base Camp

b.Rangkaian Maya (VPN)

a.Link

Kalian hanya perlu berusaha dari (a) sampai (c). Di (c) iaitu Base Camp, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani berkata bila udah tercapai peringkat ini (Base Camp), hendaklah kalian berpuas hati dan jangan meminta-minta dinaikkan kedudukan kalian. Teruskan Link kalian.

Dari (1) sampai (5), ini Urusan Ilahi. Kalian tidak sedikit campur tangan dalam urusan ini. Di bahagian ini yg kalian terasa Dia menyambut Link kalian lalu membawa kpd kemabukkan dan terjadi peringkat (1) hingga (5) tanpa campur tangan kalian.

Harap anakku semua mendapat lebih kefahaman, aamin ya Rabb, aamin!

[10:20 AM, 10/15/2017] Mbak Sri Puji Astuti: Alhamdulillah. Terimakasih pengajarannya Ustadz

[10:22 AM, 10/15/2017] Ifrikiya Gibran: semoga ada ketetapan lebih baik lagi dariMu yang kami tunggu ya Robb.. alhmadulillah thanks a lot Ustadz..

[10:22 AM, 10/15/2017] Yusdeka Putra: Alhamdulillah. Sekarang anak paham apa yang nak dikerjakan.

[10:22 AM, 10/15/2017] Suharjono: Alhamdulillah semakin rinci n jelas, terima kasih Ayah

[10:23 AM, 10/15/2017] Rio: Terimakasih ustadz. Dilihat dari pintu depan” batas usaha manusia itu sampai basecamp rupanya

 [10:47 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Rio, untuk terbinanya Base Camp mahu selalu ROC.

[10:55 AM, 10/15/2017] Ibrahim Hashim: Alhamdulillah terima kasih Ustaz yang dikasihi atas info langkah2 asas yang perlu kami mulakan terus beristiqamah hingga ke base camp dan kemudiannya berserah dan redha bagi mendapat anugerah yang istimewa dari ILAHI tanpa berharap dan meminta minta, segala urusan NYA tanpa campurtangan sesiapa, Subhanallah.

[10:58 AM, 10/15/2017] Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar, Prof.

[10:59 AM, 10/15/2017] Ibrahim Hashim: ❤Alhamdulillah terima kasih Ustaz yang di kasihi❤

 

Artikel Sebelumnya :


Catatan: Artikel tanya jawab ini diperuntukkan bagi yang sudah memahami kajian Makrifatullah. Apabila ada diantara pembaca yang belum memahami, harap terlebih dahulu membaca SILABUS KAJIAN dan mengikuti dengan runut pembahasan satu per satu sejak awal.

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

6 Responses

  1. Abdul Zaky says:

    Salam ayah TH1, anak mahu bertanya tentang base camp, adakah rasa pejal dan keras pada bahagian ubun-ubun itu ialah tapak kepada base camp? ini kerana seakan rasa ‘Rangkaian Maya’ itu berpusat pada bahagian itu, dan kadangkali rasa pada bahagian itu pandai mengembang dan menguncup. Terima Kasih.

  2. Darman syah says:

    Terima kasih ya ustad atas penjelasan nya
    Singkat dn jelas syukur kehadirhatNya

  3. Abdul Zaky says:

    Salam ustaz, apakah keadaan hal itu akan mulai kelihatan pada peringkat urusan ilahi yang ke-2 iaitu alam maya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *