Q&A: INGATAN YANG SAMPAI PADA-NYA (2)

Rio: Alhamdulillah. Pelan2 mulai memahami, mengapa “mengetahui bahwa DIA bermain dengan dzatNya” adalah induknya Ilmu.

Kehidupan tidak ditafsirkan macam-macam. Melainkan masuk pintu belakang. Pengertian sejati ada pada NYA.

Dulu saya pernah bertanya, kenapa ustadz tak ajarkan memaknai hidup sebagai sifat-sifatNya lewat asmaul Husna? Alhamdulillah akhirnya paham bahwa approach pintu belakang adalah asyik berdua denganNya di bilik khalwat.

Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar sahabatku, Rio. Syeikh Abdul Qadir al Jialani ada berkata kalau diri seseorang itu masih ada maka hendaklah dia dengan lekas menghilangkannya. Mengenal SifatNya membawa gegaran tetapi mengenal Af’alNya membawa kepada ketenteraman. Justeru itu, terus ROC di Pintu Belakang bersama Sahry, Bayu dan Sriwinanto di dalam Bioskop Ilahi menyaksikan tayangan Ilahi di Pintu Depan.

Rio: Baru saya paham ustadz. Waktu ustadz mengatakan “ingatanlah yang menembusi dzat dan sampai padaNya”

Ada orang yg mengingati asmaNya saja. Sampailah mereka pada asma saja.

Ada yg ingat sifat-sifat, karena mereka maknai hidup lewat pintu depan. Sampailah mereka pada sifat-sifat.

Dari ustadzlah kami paham, bahwa tinggalkan asma dan sifat pintu depan, sampailah ingatan padaNYA

Ustadz Hussien Abd Latiff: Benar Rio, Sambil santai-santai melihat tayangan Ilahi, naik terus menyampaikan ingatan kita kepadaNya. Namun ingat kalau ada tanda-tanda vertigo maka naiklah perlahan-lahan.


Catatan: Artikel tanya jawab ini diperuntukkan bagi yang sudah memahami kajian Makrifatullah. Apabila ada diantara pembaca yang belum memahami, harap terlebih dahulu membaca SILABUS KAJIAN dan mengikuti dengan runut pembahasan satu per satu sejak awal.

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *