Q&A: GEGARAN DAN IRONI

3/16/17, 4:45 PM – Sahry Ramadhan: Assalamu’alaikum ustad, dalam Quran Allah SWT berfirman ” Sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak agung,” (Al-Qalam [68]: 4)”. Soalan: adakah merasakan diri tak Wujud, bila dilatih terus akan menuju “Akhlak yang baik”, khususnya dalam pergaulan terhadap hubungan sosial sesama manusia ? Atau menjadi orang yang tak bisa bergaul ustad?

3/16/17, 4:57 PM – Ustadz Hussien Abd Latiff: Kamu ini lucu Sahry Puasa. Bagaimana diri yg tak wujud seperti kamu katakan, bisa mempunyai akhlak atau bisa bergaul?

3/16/17, 4:58 PM – Ifrikiya Gibran: πŸ™πŸ™πŸ™..

3/16/17, 5:04 PM – Sahry Ramadhan: Sahry belum paham ustad. Maklum kena goncangan pesawat sewaktu balik? Masalhnya begini ustad. Ada sahabat di mesjid seorang yang baru dapat hidayah dan bertaubat dari pada kehidupan sebelumnya yang kurang baik. Dalam pergaulannya sekarang selalu merendah dan merasa tidak punya apa-apa dan menyebut semua hanya milik Allah SWT, akhirnya banyak sahabat lain menghindar bergaul karena dianggap seperti orang dri langit…itu maksud soaln ditanyakan ustad.

3/16/17, 5:04 PM – Ustadz Hussien Abd Latiff: Sahry sahabatku, kalau kita pakai pintu depan maka kemuliaan akhlak atau tidak bisa dia bergaul terletak kepada gegaran yg dia alami. Kalau terlampau dalam gegaran, orang ini akan seperti khidir tidak bisa bergaul dengan sesiapa dan hanya dikenali kalau diberi tugasan oleh Allah swt.

Benar, gegaran yg dirasai akan membawa kpd akhlak yg mulia.

3/16/17, 5:05 PM – Rio : Ustadz saya melihat ada sebuah paradoks atau hal yang unik.

Kebanyakan manusia ingin menjadi wali, karena melihat wali atau orang-orang Allah ada banyak kelebihan.

Kemudian Allah hantarkan orang itu menjadi wali, tetapi jalannya melewati macam-macam onak duri ujian.

Sampailah mereka menjadi wali. Kelebihan-kelebihan karomah didapatkan. Tetapi “diri” mereka yang hilang.

Dulu, “diri” ada, tetapi menginginkan kelebihan yang tak dipunya.

Lalu, kelebihan dipunyai, tetapi “diri” yang menginginkan yang kemudian hilang.

😁

3/16/17, 5:05 PM – Sahry Ramadhan: Alhamdulillah ustad…..sahry puasa sekarang paham..semoga segera bisa jumpa lagi ya ustad Insya Allah dalam keadaan syaihat wal afiat.

3/16/17, 5:08 PM – Ustadz Hussien Abd Latiff: Itu benar sahabatku, Rio. Orang inggeris berkata, ” It is an irony!” (Ia adalah sesuatu keadaan yg aneh).

3/16/17, 5:08 PM – Rio : 😁 memanglah lucu

3/16/17, 5:09 PM – Ustadz Hussien Abd Latiff: Pasal itu ustaz nasihat “Taada kerja jangan cari kerja” [1]

3/16/17, 5:10 PM – Rio : Benar ustadz…. Duduk santai diam2. Happy happy lah. Holiday πŸ˜πŸ™πŸΌ

3/16/17, 5:10 PM – Rio : Sekali diberi tugasan, baru tahu, holiday habis 😝


[1]Β Β untuk lebih memahami maksud “Tak ada kerja, jangan cari kerja” silakan rujuk link syarahan dengan tema JAHIT. Secara ringkas, maksud beliau adalah bagi yang sudah paham ilmu ini, banyak diam, jangan sedikit-sedikit berbicara mengenai ilmu ini kalau bukan tugasnya. Lakukan ibadah sesuai syariah, diam, dan lihat Lauh Mahfudz berjalan.

Catatan:

Artikel tanya jawab ini diperuntukkan bagi yang sudah memahami kajian Makrifatullah. Apabila ada diantara pembaca yang belum memahami, harap terlebih dahulu membaca SILABUS KAJIAN dan mengikuti dengan runut pembahasan satu per satu sejak awal.

 

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *