MEMBINA DZIKRULLAH

MEMBINA DZIKRULLAH
Oleh : Agus Tiyono (Ketua Yamas Indonesia)

Pada permulaan Allah saja yang ada, tiada apa pun bersama-Nya.

Alhamdulillah dengan memahami “kunci” ini pintu makrifatullah terbuka.
Hakekat ciptaan adalah dzat. Dzat datang dari Diri Allah yg sedikit. ( Dasarnya : Allahuakbar )

Jangan tersilap (jangan sampai gagal paham), hakekat/dzat, ini pun ciptaan.

Dari hakekat merupa, mengumpama menjadi sifat.
Awal, Akhir, Dhohir, Bathin, Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Luas, Maha Meliputi.

Allah SWT Maha Suci, tidak tersentuh oleh apapun, tidak serupa tidak seumpama.
Dasarnya : Subhanallah.

Biasakan senantiasa Senam minda agar sehat. Agar minda menjadi sehat dipakai senam dulu dan diberi “makanan” yang enak-enak.

Karena sebelum minda dibersihkan haruslah sehat dahulu.

Harus senantiasa diingat. Tak ada apa pun yg terlepas dari Allah SWT. Semua mesti bergantung pada Allah SWT.
Dasarnya : Bismillah.

Loh Mahfudh (LM) sempurna tak ada satu pun dialpakan.
Dasarnya : Alhamdulillah.

Alhamdulillah dengan konsep dzatiyah dan makrifatullah yang diajarkan Ustadz, kita telah mampu mengagungkan Allah SWT seagung-agung-Nya. Artinya, kita telah mampu bertasbih tiada putus.

Setelah kesimpulan ilmu kita dapat, yang tinggal adalah bagaimana keputusan kita.

Akankah seperti pandangan Imam Ghozali, setelah bermakrifatullah memperkemaskan diri untuk sungguh-sungguh beribadah kepada Allah?

Ataukah masih mencari jalan lain?

Kita sudah terlepas dari syirik. Artinya kita telah “bertahlil” tiada putus.

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang mukmin untuk tunduk hatinya dan mengikhlaskan penghambaan untuk Allah SWT semata ?

Ingatlah. Tidak semua informasi mampu ditangkap manusia dan jin.
Untuk itu, turunnya Nabi dan Rosul adalah membawa berita dan risalah yang tidak mungkin ditangkap oleh kebanyakan ciptaan.

Alhamdulillah dengan makrifatullah menjadi mantaplah iman dan aqidah kita. InsyaAllah.

Meskipun begitu, kita masih membutuhkan Sang Penunjuk Jalan. Rosulullah SAAW. Karena melalui beliaulah kita diajarkan bagaimana mesti berperilaku dan bersikap.

Meskipun kita mengenal Allah SWT namun kita tak pernah tahu apa yang dikehendaki Allah SWT pada kita. Untuk itulah Allah mengirim Nabi dan Rosul. Yg terakhir tentunya Rosulullah Muhammad SAW.

Oleh karena itu penting sekali ketika memahami Al-Qur’an, ada ayat-ayat yang sifatnya mindset, lifeset, sikap dan visioner kedepan.

Darimana kita tahu, akherat, qiyamat, malaikat tanpa melalui para Nabi dan Rosul?

Inilah maksudnya kita semua di jurang neraka dan Allah SWT menyelamatkan dengan mengantar para Nabi dan Rosul.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan dari makrifatullah ini adalah apabila konsepnya telah tertancap kuat dan menjadi mindset kita tak perlu lagi tadzkiyatunnafs.

Karena dengan pandangan makrifat ini gugur sdh superioritas, iri dengki dan mantemannya.
Kalau kewujudan tiada pada siapa sifat kan melekat?

Kata ini manis di mulut namun sakit di perut.

Namun untuk menerima ini butuh RAM dan prosesor yang besar.
Itulah pentingnya ibadah dan membina dzikrullah, untuk meningkatkan kapasitas.
Kalau tidak, walaupun sudah tahu, masih aja ngedumel. Masih merungut. Masih bersungut.
Karena Ilmu nya masih berupa data. Belum aplikasi. Apalagi sistem.
HP nya masih jadul. Belum ios belum android.

Mengingatkan kembali nasehat Ustadz, hendaklah kita membina dzikrullah dengan duduk diam, merem, meneng, anteng, 1 jam 2 jam 3 jam setiap hari selama kurang lebih 2 bulan agar dzikrullah mantap dan bisa senantiasa.

Membina dzikrullah ini memberi dampak tune in kita lebih stabil.

Mohon 1 , 2 , 3 jangan diganti menit. Ibarat radio gelombangny a tidak kemresek. Tapi jernih.
Untuk tingkatan pemula. Awalnya dengan duduk anteng jasad dulu tidak masalah.

Dengan istiqomah minda pun ikut anteng sendiri.
Saat membina dzikrullah biasanya tidak ngantuk.

Mesti dipahami, MEMBINA DZIKRULLAH dengan duduk, diam, meneng, anteng. Kalau DZIKRULLAH bisa sambil apa aja.

MEMBINA disini maksudnya melatih.
Kalau masih berat, dilatih 5 menit, 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit. Dilatih terus. Alah bisa karena biasa.
Dampak dari membina dzikrullah ini bisa mendatangkan semangat atau merasa ringan dalam beribadah yang lainnya.

Kalau masih terasa berat untuk memulai MEMBINA DZIKRULLAH , bisa dilatih dulu dengan membaca Al-Qur’an 1 juz langsung.

Kalau masih berat juga bisa dilatih dengan cari tempat yg kondisional, cobalah untuk tidak ngapa-ngapain selain ingat Allah.

Kalau masih berat juga cobalah sholat sunnah beberapa rekaat selama kurang lebih satu jam. Setelah itu cobalah untuk membina dzikrullah.
MEMBINA DZIKRULLAH ini tujuannya:
1. Memahami letak ingatan
2. Menjaga ingatan Allah agar berketerusan

Membina dzikrullah ini bukan matlamat (tujuan). Yang mustahak (wajib) adalah ibadah. Jangan karena membina dzikrullah tidak sholat dan beribadah yang lain. Ini salah dan keliru

InsyaAllah dengan MEMBINA DZIKRULLAH , hati akan semakin lapang.

Dengan lapangnya hati, realitas kehidupan lebih mampu kita lewati.

Akhirnya tiada rungutan tiada sungutan.

Sempitnya hati lah yg membuat cemas, khawatir, uring-uringan dan mantemannya.
Dengan dzikrullah,dzikrullah, Berjalannya waktu deng istiqomah hati menjadi bersih.

Dengan hati yang bersih, ilham yang baik-baik akan mampu kita tangkap atau merespon.

Dengan ilmu dan kefahaman yang menjadi mindset kita Allah SWT mengajar bagaimana menyikapinya.

Generasi Yamas adalah generasi persiapan.

Jangan lelah dalam belajar.

 

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *