MEMAHAMI KEMBALI RASULULLAH SAW ROHMATAL LIL ALAMIN (3)

Oleh: Taufiqurrahman, S.Pd.I, M.Sy (Al-Hafidz)

MEMAHAMI KEMBALI RASULULLAH SAW ROHMATAL LIL ALAMIN
(Part 3)

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena di beri anugrah dengan di turunkannya Nabi Muhammad Saw.

Setelah kita memahami awal mula kejadian, dari mana kita berasal, hakikat dari segala sesuatu, kemana kita kembali dan untuk apa kita dijadikan, loh mahfudh dan sebagainya pada penjelasan sebelumnya. Dengan memahami semuanya diatas, kita sebagai umat muslim tentunya akan selalu bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmat yang tidak mungkin kita bisa menghitungnya melalui Rohmatal lil alminnya Rasulullah Saw dan kagum berganda kepada beliau, pertama; bila kita memahaminya melalui perspektif ilmu dan kemanusian (humanity). Kedua; bila kita memahaminya melalui perspektif iman dan agama (religius).

Memang Nabi Muhammad Saw tidak mengandalkan hal-hal yang bersifat supra rasional atau hal-hal yang tidak masuk akal sebagai bukti kebenaran ajaranya, tetapi sebagai bukti kebenaran atas kenabian dan kerasulannya adalah Islam yang beliau bawa, Al Qur’an yang beliau praktekkan dalam manifestasi akhlakul karimahnya dan syariah yang beliau ajarkan dan jelaskan sebagaimana penjelasan memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin sebelumya pada (part 2).

Sekarang kita akan melanjutkan kembali memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin yang terdiri dari enam belas (16) aspek, Alhamdulillah sudah dibahas 3 aspek, sebelumnya pada part2, melalui penjelasan Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latiff dalam syarahan/ seminar yang bertema “Muhammad Rasulullah Saw Rahmatul A’lamin” pada tanggal 17 November 2013. Berikut ini:

4. Nabi terakhir.

Rasullulllah Saw dijadikan Allah Swt sebagai Nabi terakhir adalah termasuk salah satu Rohmatal lil alaminnya beliau.

Beliau dijadikan Allah Swt sebagai nabi terakhir (khataman Nabi), meskipun ruh Nabi Muhammad Saw adalah ciptaan pertama sebelum ciptaan-ciptaan yang lain diciptakan oleh Allah Swt. Tetapi Allah Swt menjadikan beliau sebagai khataman Nabi (penutup para Nabi).

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Al Ahzab : 40).

Sebelum kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw, Allah Swt sudah mengutus para Nabi dan Rasul yang berjumlah 124,000 (seratus dua puluh empat ribu), dam beliau sebagai penutup para Nabi dan Rasul, adapun yang wajib kita imani adalah 25 nabi dan Rasul.

Rasulullah bersabda:
“Lebih daripada 124,000 Nabi-nabi (termasuk Rasul -rasul).
(Al Hadis, Miskatul Masabih, Vol.4, 200, 1994).

Setelah wafatnya baginda tidak akan ada lagi nabi-nabi utusan Allah Swt melainkan hanya para pendusta yang mengaku-ngaku nabi.

Nabi Muhammad Saw adalah menjadi Rohmatal lil alamin (kasih sayang sejagat alam raya), karena Rasulullah Saw Allah Swt menciptakan surga, dunia, dan berbagai bentuk ciptaan-ciptaan semuanya. Maka barang siapa yang memuliakan Rasulullah Saw, maka Allah Swt akan memuliakannya.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah( Al Ahzab:21).

Barangsiapa yang menghinanya maka Allah Swt akan menghinakan mereka dengan adzab yang pedih.

ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih (At Taubat:61).

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al Ahzab :56)

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَف

ِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (al Jumu’ah :2).

Sedikitnya ada 3 hal yang bisa difahami pada surat al Jumu’ah ayat 2 diatas, yaitu kaitannya dengan misi risalah Rasulullah Saw, yaitu:
a). Membacakan dan menyampaikan kepada umatnya dari apa saja yang datang dari Allah Swt melalui wahyu.
b). Mensucikan melalui proses transformasi umatnya dari fase kemunduran, kebodohan dan sebagainya menuju menguatkan keimanan, luasnya ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah.
c).Mengajarkan Al Quran dan As Sunnah.

5. Nabi sejagat.

Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah beliau dijadikan Allah Swt sebagai sebagai nabi sejagat meskipun beliau penutup para Nabi dan Rasul serta kelahiran beliau paling akhir dibandingkan para nabi dan Rasul sebelumnya.

Tetapi karena beliaulah. Allah Swt mengutus dan memilih semua para nabi dan Rasul yang jumlahnya ada 124,000 sebelum beliau dilahirkan. Semuanya itu, karena Rasulullah Saw diutus bukan untuk satu umat saja melainkan seluruh umat manusia termasuk umat-umat sebelum beliau. Tetapi sayangnya sebagian besar umat manusia tidak mengetahuinya.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui (Saba’:28).

Dan kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia (Gospel of Barnabas, 121, (?)).

Kedudukan Rasulullah Saw diantara semua Nabi dan Rasul sangatlah paling istimewa, beliau berhak membenarkan segala yang disampaikan oleh para nabi sebelum kelahirannya (lihat Gospel of Barnabas, 18, ?).

Allah Swt memberikan kepada Rasulullah Saw sebuah “kitab” yang berisi nama-nama “orang-orangNya” Allah Swt.

Kelak di akhirat, Allah Swt akan mengarahkan Rasulullah Saw untuk membuka kitab yang ada ditangan baginda dan baginda akan membaca serta memanggil semua malaikat, nabi-nabi dan orang-orang Allah Swt. Mereka semua itu akan ada tanda (mohor/stempel) Rasulullah di dahi mereka dan di dalam kitab itu juga sudah dituliskan mereka semua mendapat surga (Gospel of Barnabas, 73, ?).

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Fath:29).

7.Setan terhalang naik ke langit.

Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah setan terhalang naik ke langit karena Setan sebelum Rasulullah Saw lahir mereka leluasa bebas mencuri rahasia dari langit, setelah Rasulullah Saw lahir mereka sudah tidak bisa lagi mencuri berita dari langit

sampai sekarang.

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) ( Al Jin:8-9).

Dsri Aisah ra berkata; ” sesungguhnya malaikat turun di awan, lalu ia menyebutkan suatu urusan yang telah diputuskan di langit. Lalu syaitan mencuri mendengarkannya dan syaitan itu menyampaikannya kepada dukun. Lalu mereka berdusta bersama itu seratus dusta dari diri mereka sendiri”.(Hadith Shahih Bukhari).

وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ

dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,

إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang (Al Hijr : 17-18).

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala (Al Mulk ;5).

8. Lailatul Qadar.

Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah lailatul qadar karena sebelum kelahirannya Rasulullah Saw lailatul qadar terjadi hanya seribu tahun sekali, ketika Rasulullah Saw diutus menjadi Rasul lailatul qadar terjadi setiapa setahun sekali di bulan suci Romadhon.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (al Qodar : 3).

Malam ini adalah malam lailatul qadar yang berlaku setiap tahun pada masa pesuruh Tuhan (Rasulullah Saw) yang dijanjikan (Messiah) tetapi untuk kita hanya sekali dalam seribu tahun. (Gospel of Barnabas, 105,(?)).

9. Demografi.

Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah demografi.

Demografi adalah nisbah (angka statistik) kelahiran yang mempengaruhi punah dan tidaknya suatu masyarakat atau bangsa.

Idealnya nisbah (angka statistik) kelahiran bagi sebuah masyarakat atau bangsa untuk bisa memperbaharui dirinya (survive) adalah 2:11.

Apabila nisbah kelahiran dibawah 1.6, ini mengindikasikan masyarakat atau bangsa akan punah di masa yang akan datang. Karena tidak dapat memperbaharui dirinya (survive).

Padahal nisbah (angka statistik) kelahiran di seantero negara Barat seperti Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan sebagainya di bawah 1.6. Artinya prediksi kuat sementara negara-negara Barat diatas, akan punah masyarakat atau bangsanya karena tidak bisa memperbaharui dirinya melalui kelahiran. Pada kenyataannya mereka melegalkan homoseksual, free sex dan sebagainya akhirnya mereka tidak bisa memperbaharui dirinya melalui melahirkan anak dalam sebuah pernikahan. Malahan banyak dari mereka yang takut menikah, ini salah satu penyebab kepunahan mereka.

Sekarang bandungkan dengan nisbah (angka statistik) kelahiran masyarakat pendatang (imigran) Islam yang tersebar di semua negara Barat adalah 8:1.
(Lihat http://sg.theasianparent.com/till-death-do-us-part-well-not-anymore/?repeat=w3tc

Kesimpulannya demografi ini, antara lain :
1). Besar kemungkinan 100 tahun mendatang dihitung dari sekarang semua masyarakat Barat akan HILANG (PUNAH) dan digantikan oleh masyarakat Islam (globalisasi Islam).

2). Besar kemungkinan 100 tahun mendatang di hitung dari sekarang dunia ini akan menjadi DUNIA ISLAM.
(Research Demografi ini di lakukan oleh Negara Jerman, Perancis dan Vatican Roman). Lihat http://www.stat.go.jp/english/data/handbook/c02cont.htm

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (An Nur:55).

Itulah kenapa dalam Surat Al Araaf, ayat 72. Allah Swt memusnahkan dengan cara yang halus tanpa mereka sadari dengan memutuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak termasuk orang yang beriman.

وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ

dan Kami putuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman (Al Araaf:72).

Penting untuk difahami lagi bagi kita agar kita tidak selalu sedih dan tetap yakin bahwa semuanya terbaik dan mempunyai tujuan yang sangat luar biasa. Karena arah demografi adalah terjadinya globalisasi Islam, masyarakat seluruh dunia akan menjadi masyarakat Islam 100 tahun mendatang di hitung dari sekarang melalui terjadinya arab spring dan membludaknya para imigran muslim dan menetap di bangsa-bangsa Barat. Semuanya ini menurut research Negara-negara Barat sendiri seperti yang sudah paparkan diatas.

Demografi termasuk salah satu bagian dari Rohmatal lil alamin (kasih sayang sejagat alam raya) Rasulullah Saw.

Agar kita lebih mendalam dalam memahami Rohmatal lil Alamin Rasulullah Saw. Coba kita bandingkan (komparasikan) dengan umatnya para Nabi sebelum Rasulullah Saw lahir, jika mereka mendustakan Rasulnya Allah Swt langsung binasakan mereka dalam satu “paket” sekaligus (lihat Al Mukminun:44).

Bandingkan dengan kaumnya Nabi Hud As yaitu Ad dan kaumnya Nabi Sholeh As yaitu Tsamud dihancurkan dengan petir. Kaumya Nabi Nuh As di tenggelamkan dalam banjir bandang dan sebagainya.

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ

Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud” (Fusshilat:13).

Sedangkan umat Rasulullah Saw tidak langsung dibinasakan “satu paket” seperti umat-umat sebelumnya, tetapi dengan cara yang sangat halus tanpa mereka sadari yaitu melalui demografi.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui(Al Araaf:182).

Sekali lagi kita tanya pada diri kita, Kenapa demikian? Karena termasuk Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw (lihat Al Anfaal:88).

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (Al Anfaal:33).

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَع

ْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman (Al Mukminun:44).

10. Pesatnya ilmu

Pesatnya ilmu baik setelah lahirnya beliau, masa sekarang dan yang akan datang, adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Perlu difahami dan direkonstruksi (di bangun kembali) difinisi Ilmu, ilmu adalah makhluk hidup yang Allah berikan khusus manusia. Sebagian besar salah memahami bahwa manusia di muliakan atas makhluk yang lain itu karena akal-nya, sebenarnya alasan ini sama sekali tidak pas karena menurut kajian saintis terkini, semua unsur benda di alam ini mempunyai akal / consciusness. Yang memuliakan manusia lebih mulia dengan makhluk yang lain adalah karena ilmunya bukan karena akal-nya, banyak orang punya akal tapi sedikit ilmu, bahkan malaikat, iblis dan kroninya, hewan dan semua makhluk hidup tidak diberikan ilmu sebanyak yang diberikan pada manusia, oleh Allah Swt.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al Mujadilah :11).

Ilmu adalah makhluk hidup yang selalu berkembang sesuai dengan masa dan zaman. Kenapa demikian? karena selain Allah Swt adalah makhluk termasuk ilmu itu sendiri, ini sebagian besar manusia tidak menyadarinya.

Dan ilmu-Nya Allah Swt selalu mengalami perkembangan yang sangat cepat dan luar biasa sesuai dengan perkembangan masa dan zaman, karena Ilmu-NYA ALLAH Swt meliputi segala sesuatu (lihat At Talak:12).

Kenapa ilmu itu selalu berkembang sesuai masa dan zaman? Karena IlmuNya Allah Swt sangat Maha Luas tak terhingga, perhatikan ayat berikut ini.

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.( Al Kahfi:109).

Bagaimana cara Allah Swt menurunkan ilmu? Allah Swt menurunkan ilmu melalui ujian dan musibah. Baik dalam segi micro pada diri kita sebagai manusia dan sekala macro gejala-gajala jagat lama raya. Kita lihat seperti dengan adanya orang sakit stroke, maka para peneliti menemukan ilmu obat yang mengobati stroke ini dalam sekala micro. Dalam sekala macro seperti jatuhnya pesawat maka manusia meneliti dan mengkaji bagaimana supaya pesawat lebih canggih dan aman. Dengan adanya gempa, tsunami dan bencana alam lainnya. Maka manusia meneliti dan mengkaji bagaimana menemukan alat pendetksi gempa, tsunami dan sebagainya sehingga lebih meminimalisir korban.

Semua bencana alam dan kecelakaan alat transportasi udara, laut dan darat adalah “sarana pembelajaran” bagi manusia untuk lebih canggih ilmu dan kesiapannya karena arahnya kedepan manusia akan menjelalajah dan menundukkan luar angkasa dan bumi ini menjadi “kelinci percobaannya”. Bumi-bumi ankasa lepas lebih dahsyat lagi tantangannya.

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (Al Jaathiah:13).

Ayat diatas tidak basa-basi dan hanya dongengan saja bahwa nantinya manusia akan menjelajah, menaklukkan dan menundukkan jagat alam raya yaitu luar angkasa yang sangat luas tak terhingga SEMUANYA. dipertegas dan dirinci lagi dalam Surat An Nahl: 12.

وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bula

n untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya),

Manusia disuruh iqro’ (lihat Q.S. Al Alaq:5) dalam setiap kejadian karena semua kejadian mengandung hikmah dan tujuan.(lihat Q.S. Al Mukminun:115).

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Tidak ada apapun yang terjadi di dunia ini sia-sia tanpa arah dan tujuan (hikmah). Lihat Ali Imran: 191.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

 

YAMAS

Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) - Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *